Kekayaan yang paling besar adalah akal.
Akal (kecerdasan) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika dia berkuasa.
Akal
adalah raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya. Jika akal lemah untuk
mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan padanya.
Akal
lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena akal menjadikanmu sebagai
pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbu¬dakmu untuk zaman.
Makanan
pokok tubuh adalah makanan, sedangkan makanan pokok akal adalah hikmah.
Maka, kapan saja hilang salah satu dari keduanya makanan pokoknya,
binasalah ia dan lenyap.
Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau akal bertemu dengan akal.
Tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal.
Pertalian yang paling berharga adalah akal yang berpasangan dengan kemujuran.
Adab adalah gambaran dari akal.
Jika
akal dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh hawa nafsu, atau
melampaui batas agama, atau fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal
itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.
Jika engkau
hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah engkau teliti kembali kitab
itu. Karena sesungguhnya yang kau tutup adalah akalmu.
Jika
Allah hendak menghilangkan nikmat dari seorang hamba-Nya, maka yang
pertama kali diubah dari hamba-Nya itu adalah akal¬nya.
Akal adalah naluri, sedangkan yang mengasuhnya adalah berbagai pengalaman.
Akal adalah buah pikiran clan pengetahuan yang sebelumnya ti¬dak diketahui.
Ruh adalah kehidupan badan, sedangkan akal adalah kehidupan ruh.
Akal adalah rekaman terhadap berbagai pengalaman.
Rasulmu adalah juru terjemah akalmu.
Pahamilah
kabar jika kalian mendengarnya dengan akal yang penuh dengan pemahaman,
bukan akal yang sekadar meriwayatkan. Sesungguhnya periwayat ilmu
banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit.
Orang yang
berakal bersaing dengan orang-orang saleh agar dapat menyusul mereka,
clan dia ingin sekali dapat berserikat dengan memka karena kecintaannya
terhadap mereka-meskipun amalnya tidak mampu menyamai mereka.
Orang berakal, jika berbicara dengan suatu kalimat, maka ikut bersamanya hikmah dan nasihat.
Orang
yang paling bijak akalnya dan yang paling sempurna keutamaannya adalah
yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan
saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan mene¬rima kekurangan zaman.
Tidaklah
patut bagi orang yang berakal kecuali berada dalam salah satu dari dua
kondisi ini, yaitu berada dalam cita-cita yang paling (hubungan individu
dengan masyarakat) tinggi untuk mencari dunia, atau berada dalam
cita-cita yang paling tinggi untuk meninggalkannya.
Tidaklah
layak bagi seorang yang berakal untuk menuntut ketaatan orang lain
(terhadapnya), sedangkan ketaatannya terhadap dirinya sendiri ditolak.
Orang yang berakal adalah orang yang mencurigai pendapatnya sendiri dan tidak mempercayai apa yang dipandang baik oleh dirinya.
Orang yang berakal adalah yang menjadikan pengalaman-pengalaman (hidup) sebagai nasihat baginya.
Sesungguhnya perkataan orang-orang berakal, jika benar, maka ia adalah obat namun jika salah, maka ia adalah penyakit.
Permusuhan
orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling
berbahaya karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujah dan
peringatan, clan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara
keduanya.
Sesungguhnya sesuatu yang tidak disukai (kesialan)
memiliki batas yang pasti akan berakhir. Oleh karena itu, seorang yang
berakal hendaknya bersikap tenang sampai kesialan itu hilang (berlalu
dengan sendirinya). Sebab, menghindar darinya sebelum habis waktu¬nya
hanya akan menambah kesialannya.
Orang yang paling disukai oleh
orang berakal adalah musuhnya juga berakal. Sebab, jika musuhnya itu
berakal, maka dia akan merasa aman dari kejahatannya.
Celaan orang-orang yang berakal lebih berat daripada hukuman seorang penguasa.
Permulaan pendapat orang berakal adalah akhir pendapat orang bodoh.
Bagi
orang yang berakal, hidup dalam kesusahan bersama orang¬orang berakal
lebih disenangi daripada hidup dalam kelapangan bersama orang-orang
bodoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar